
Menaklukkan Ruang Tiga Dimensi: Kumpulan Latihan Soal Dimensi 3 Kelas 12 yang Membantu Anda Unggul
Geometri dimensi 3, atau sering disebut sebagai stereometri, merupakan salah satu topik fundamental dalam matematika yang membuka pemahaman kita tentang dunia fisik di sekitar kita. Dari bentuk kubus yang sederhana hingga bangun ruang yang lebih kompleks, pemahaman tentang dimensi 3 sangat krusial bagi siswa kelas 12, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir sekolah maupun perguruan tinggi. Namun, seringkali topik ini menimbulkan rasa cemas karena melibatkan visualisasi ruang yang abstrak.
Artikel ini hadir sebagai solusi komprehensif bagi Anda yang ingin menguasai materi dimensi 3. Kami akan membahas secara mendalam berbagai jenis soal yang umum muncul, dilengkapi dengan penjelasan konsep dasar, strategi penyelesaian, dan tentunya, kumpulan latihan soal yang bervariasi untuk mengasah kemampuan Anda. Dengan latihan yang tepat, visualisasi ruang tiga dimensi tidak lagi menjadi momok, melainkan menjadi alat yang ampuh untuk menyelesaikan berbagai persoalan matematika.
Memahami Fondasi Dimensi 3: Konsep Kunci yang Perlu Dikuasai
Sebelum kita terjun ke dalam latihan soal, mari kita segarkan kembali ingatan kita tentang konsep-konsep dasar dalam geometri dimensi 3. Penguasaan konsep-konsep ini adalah kunci utama untuk memahami setiap soal yang akan kita hadapi.

-
Titik, Garis, dan Bidang:
- Titik: Tidak memiliki dimensi, hanya menunjukkan posisi.
- Garis: Kumpulan titik yang memanjang tanpa batas dalam satu arah.
- Bidang: Kumpulan garis yang memanjang tanpa batas dalam dua arah. Dalam dimensi 3, bidang adalah permukaan datar.
-
Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang: Ini adalah inti dari banyak soal dimensi 3. Kita perlu memahami bagaimana objek-objek ini saling berinteraksi.
- Titik terhadap Garis: Titik bisa terletak pada garis atau di luar garis.
- Titik terhadap Bidang: Titik bisa terletak pada bidang atau di luar bidang.
- Garis terhadap Garis:
- Berpotongan: Memiliki satu titik persekutuan.
- Sejajar: Tidak memiliki titik persekutuan dan terletak pada bidang yang sama.
- Berimpit: Memiliki tak hingga banyak titik persekutuan (garis yang sama).
- Bersilangan: Tidak memiliki titik persekutuan dan tidak terletak pada bidang yang sama. Ini adalah konsep penting yang seringkali membingungkan.
- Garis terhadap Bidang:
- Terletak pada Bidang: Semua titik pada garis berada pada bidang.
- Sejajar Bidang: Garis tidak memotong bidang, memiliki jarak yang konstan dengan bidang.
- Memotong Bidang: Garis memiliki satu titik persekutuan dengan bidang.
- Bidang terhadap Bidang:
- Berpotongan: Memiliki satu garis persekutuan.
- Sejajar: Tidak memiliki titik persekutuan dan terletak pada bidang yang berbeda.
- Berimpit: Bidang yang sama.
-
Jarak dalam Dimensi 3: Mengukur "seberapa jauh" dua objek dalam ruang.
- Jarak Titik ke Titik: Menggunakan teorema Pythagoras atau rumus jarak dalam koordinat.
- Jarak Titik ke Garis: Jarak terpendek dari titik ke garis, yaitu panjang garis tegak lurus dari titik ke garis tersebut.
- Jarak Titik ke Bidang: Jarak terpendek dari titik ke bidang, yaitu panjang garis tegak lurus dari titik ke bidang tersebut.
- Jarak Garis ke Garis:
- Sejajar: Jarak antara dua garis sejajar adalah jarak dari satu titik pada satu garis ke garis yang lain.
- Bersilangan: Jarak terpendek antara dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis yang tegak lurus terhadap kedua garis tersebut.
- Jarak Garis ke Bidang:
- Sejajar: Jarak dari satu titik pada garis ke bidang.
- Memotong: Jaraknya 0.
- Jarak Bidang ke Bidang:
- Sejajar: Jarak antara dua bidang sejajar adalah jarak dari satu titik pada satu bidang ke bidang yang lain.
-
Sudut dalam Dimensi 3: Mengukur "kemiringan" antara objek-objek.
- Sudut Antara Dua Garis Berpotongan: Sudut terkecil yang dibentuk oleh dua garis tersebut.
- Sudut Antara Garis dan Bidang: Sudut antara garis tersebut dengan proyeksinya pada bidang.
- Sudut Antara Dua Bidang Berpotongan: Sudut antara dua garis yang tegak lurus terhadap garis potong kedua bidang tersebut, dan keduanya terletak pada bidang yang berpotongan.
Strategi Jitu Menghadapi Soal Dimensi 3
Visualisasi adalah kunci, namun terkadang sulit untuk digambarkan secara mental. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu:
- Gambar Diagram yang Jelas: Selalu gambarlah bangun ruang yang diberikan dalam soal. Usahakan gambar Anda seproporsional mungkin. Beri label pada titik-titik penting.
- Gunakan Bantuan Benda Nyata: Jika memungkinkan, gunakan benda fisik seperti kotak, buku, atau karton untuk membantu memvisualisasikan hubungan antar garis dan bidang.
- Proyeksikan ke Bidang 2D: Seringkali, masalah dimensi 3 dapat disederhanakan dengan melihatnya dari sudut pandang tertentu atau dengan memproyeksikan objek ke bidang yang relevan. Misalnya, untuk mencari jarak titik ke garis, kita seringkali memproyeksikan titik tersebut ke garis sehingga terbentuk segitiga siku-siku.
- Gunakan Teorema Pythagoras: Ini adalah alat yang sangat ampuh dalam dimensi 3. Identifikasi segitiga siku-siku yang relevan dalam gambar Anda.
- Manfaatkan Koordinat Kartesius: Untuk soal-soal yang lebih kompleks atau jika Anda kesulitan memvisualisasikan, mengubah masalah ke dalam sistem koordinat 3D bisa menjadi solusi. Anda bisa menetapkan koordinat untuk setiap titik dan kemudian menggunakan rumus jarak atau vektor.
- Perhatikan Kata Kunci: Perhatikan kata-kata seperti "tegak lurus", "sejajar", "berpotongan", "bersilangan", "jarak", "sudut". Kata-kata ini memberikan petunjuk penting tentang hubungan antar objek.
Kumpulan Latihan Soal Dimensi 3 dan Pembahasannya
Mari kita mulai dengan beberapa contoh soal yang mencakup berbagai konsep.
Soal 1: Jarak Titik ke Garis pada Kubus
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk $a$. Tentukan jarak titik B ke garis EG.
Pembahasan:
- Visualisasi: Gambarlah kubus ABCD.EFGH. Titik B berada di salah satu sudut alas, sedangkan EG adalah diagonal ruang yang menghubungkan dua sudut berhadapan pada sisi atas.
-
Strategi: Kita perlu mencari panjang ruas garis terpendek dari B ke garis EG. Ruas garis ini akan tegak lurus terhadap EG.
Perhatikan diagonal ruang AG, BG, CG, DG. Jarak terpendek dari B ke garis EG akan melalui titik pusat kubus jika EG adalah diagonal ruang yang melalui pusatnya. Namun, EG bukanlah diagonal ruang yang melalui pusat, melainkan diagonal pada sisi atas.
Mari kita gunakan proyeksi. Proyeksikan titik B ke bidang EFGH. Proyeksi titik B pada bidang EFGH adalah titik B itu sendiri.
Perhatikan segitiga siku-siku BEG. EB tegak lurus dengan BG. Sudut BGE adalah sudut yang kita cari.
Panjang rusuk = $a$.
Panjang diagonal sisi EG = $sqrta^2 + a^2 = asqrt2$.
Panjang rusuk EB = $a$.
Kita ingin mencari jarak titik B ke garis EG. Perhatikan segitiga BEG.
Segitiga BEG adalah segitiga siku-siku di B jika kita membayangkan B tepat di bawah E atau G. Tapi ini tidak demikian.
Mari kita gunakan segitiga siku-siku yang relevan.
Perhatikan segitiga EBG. EB = $a$, BG = $asqrt2$ (diagonal sisi BCGF). Sudut EBG tidak siku-siku.
Perhatikan bidang EFGH. EG adalah diagonalnya.
Titik B berada di luar bidang EFGH.
Cara yang lebih mudah adalah dengan menggunakan segitiga yang terbentuk dari B, salah satu ujung EG, dan titik pada EG yang terdekat.
Misalkan titik P adalah titik pada EG sedemikian sehingga BP tegak lurus EG.
Perhatikan segitiga BGE. EB = $a$, BG = $asqrt2$, EG = $asqrt2$.
Ini adalah segitiga sama kaki.
Luas segitiga BGE = $frac12 times$ alas $times$ tinggi.
Jika kita mengambil EG sebagai alas, maka tinggi adalah jarak dari B ke EG.
Untuk menghitung luas segitiga BGE, kita perlu mengetahui apakah ada sudut siku-siku.
Perhatikan bidang BCGF. BG adalah diagonalnya.
Perhatikan bidang ABFE. BE adalah diagonalnya.
Sudut EBG bukanlah sudut siku-siku.
Mari kita gunakan bidang diagonal BDHF. EG tidak ada di bidang ini.
Mari kita fokus pada segitiga BGE. EB = $a$, BG = $asqrt2$, EG = $asqrt2$.
Ini adalah segitiga sama kaki.
Misalkan O adalah titik tengah EG. BO adalah tinggi segitiga sama kaki BGE jika B berada di bidang yang tegak lurus EG.
Namun, EG terletak pada bidang EFGH.
Mari kita tinjau ulang. Kita ingin jarak titik B ke garis EG.
Perhatikan segitiga EBG. EB = $a$, BG = $asqrt2$, EG = $asqrt2$.
Perhatikan segitiga siku-siku yang terbentuk jika kita memproyeksikan B ke bidang EFGH. Proyeksi B ke bidang EFGH adalah titik B.
Mari kita gunakan segitiga siku-siku yang dibentuk oleh titik B, titik E, dan titik G.
EB = $a$. EG = $asqrt2$.
Kita perlu mencari titik pada garis EG yang terdekat dengan B.
Perhatikan segitiga BGE. EB = $a$, BG = $asqrt2$, EG = $asqrt2$.
Ini adalah segitiga sama kaki.
Misalkan P adalah titik pada EG sedemikian sehingga BP $perp$ EG.
Karena segitiga BGE sama kaki, P akan berada di tengah-tengah EG.
Panjang EP = PG = $frac12 EG = frac12 asqrt2 = fracasqrt22$.
Sekarang, perhatikan segitiga siku-siku BPE.
BE = $a$ (rusuk kubus).
EP = $fracasqrt22$.
Dengan Teorema Pythagoras pada segitiga BPE:
$BP^2 + EP^2 = BE^2$
$BP^2 + (fracasqrt22)^2 = a^2$
$BP^2 + frac2a^24 = a^2$
$BP^2 + fraca^22 = a^2$
$BP^2 = a^2 – fraca^22 = fraca^22$
$BP = sqrtfraca^22 = fracasqrt2 = fracasqrt22$.Jadi, jarak titik B ke garis EG adalah $fracasqrt22$.
Soal 2: Jarak Titik ke Bidang pada Limas
Diketahui limas T.ABCD, dengan alas persegi ABCD berukuran $4 times 4$ cm. Tinggi limas TO = 6 cm, di mana O adalah titik pusat alas. Tentukan jarak titik T ke bidang ABCD.
Pembahasan:
- Visualisasi: Gambarlah limas T.ABCD. Alasnya adalah persegi, dan T adalah puncak limas. O adalah titik tengah alas.
- Konsep: Jarak titik T ke bidang ABCD adalah panjang ruas garis tegak lurus dari T ke bidang ABCD.
- Analisis: Berdasarkan definisi limas dengan tinggi TO, TO adalah garis yang tegak lurus dengan bidang alas ABCD di titik O.
- Jawaban: Jarak titik T ke bidang ABCD adalah panjang TO.
Diketahui TO = 6 cm.
Jadi, jarak titik T ke bidang ABCD adalah 6 cm.
Soal 3: Jarak Dua Garis Bersilangan pada Kubus
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk $a$. Tentukan jarak antara garis AB dan garis CG.
Pembahasan:
- Visualisasi: Gambarlah kubus ABCD.EFGH. Garis AB adalah salah satu rusuk alas depan, dan garis CG adalah salah satu rusuk tegak.
- Analisis: Garis AB dan CG tidak berpotongan, tidak sejajar, dan tidak terletak pada bidang yang sama. Mereka adalah dua garis bersilangan.
-
Strategi: Jarak antara dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis yang tegak lurus terhadap kedua garis tersebut.
Perhatikan garis AB dan garis CG.
Garis AB terletak pada bidang ABCD. Garis CG tegak lurus dengan bidang ABCD.
Garis AB sejajar dengan garis DC.
Garis CG sejajar dengan garis BF, AE, DH.
Mari kita cari garis yang tegak lurus dengan AB dan CG.
Perhatikan bidang BCGF. Garis BG dan CF adalah diagonal sisi.
Garis AB $perp$ BC dan AB $perp$ BF.
Garis CG $perp$ BC dan CG $perp$ FG.
Perhatikan bidang ABCD. AB $perp$ BC.
Perhatikan bidang BCGF. CG $perp$ BC.
Jika kita perhatikan, garis AB dan garis CG adalah rusuk-rusuk yang tegak lurus satu sama lain jika diproyeksikan ke bidang yang tepat.
Garis AB sejajar dengan bidang DCGH.
Garis CG tegak lurus dengan bidang ABCD dan bidang EFGH.
Karena CG $perp$ bidang ABCD, maka CG tegak lurus terhadap setiap garis pada bidang ABCD, termasuk AB.
Namun, AB dan CG tidak bersilangan seperti yang diharapkan. AB dan CG adalah rusuk yang berpotongan jika dilihat dari sisi BC. Ini adalah kesalahpahaman dalam identifikasi posisi garis.Mari kita identifikasi kembali:
AB adalah rusuk alas depan.
CG adalah rusuk tegak di belakang kanan.
Kedua garis ini tidak berpotongan.
Mereka juga tidak sejajar.
Mereka tidak terletak pada bidang yang sama. Jadi, mereka bersilangan.Untuk mencari jarak antara AB dan CG, kita perlu mencari panjang ruas garis yang tegak lurus terhadap keduanya.
Perhatikan bidang ABCD. AB terletak pada bidang ini.
Garis CG tegak lurus dengan bidang ABCD.
Jadi, jarak dari setiap titik pada garis CG ke bidang ABCD adalah 0 jika CG berada pada bidang tersebut, atau jaraknya adalah panjang CG jika CG sejajar bidang.
Karena CG tegak lurus bidang ABCD, maka jarak dari CG ke AB adalah jarak dari AB ke bidang yang melalui CG dan tegak lurus AB.Cara yang lebih mudah:
Perhatikan bidang BCGF. Garis BG adalah diagonalnya.
Perhatikan bidang ABFE. Garis AE adalah rusuk tegak.
Garis AB terletak pada bidang ABCD.
Garis CG terletak pada bidang BCGF.
Jarak antara AB dan CG adalah jarak antara dua garis yang tidak berpotongan dan tidak sejajar.
Kita bisa memproyeksikan salah satu garis ke bidang yang tegak lurus terhadap garis yang lain.
Garis AB sejajar dengan bidang DCGH.
Garis CG tegak lurus dengan bidang ABCD.
Jika kita mengambil titik B pada garis AB, dan kita ingin mencari jarak ke garis CG.
Jarak titik B ke garis CG adalah panjang ruas garis dari B yang tegak lurus CG.
Karena CG adalah rusuk tegak, maka garis yang tegak lurus CG dari B adalah rusuk BC.
Panjang BC = $a$.
Namun, BC tidak tegak lurus terhadap AB. BC tegak lurus terhadap AB.Ini adalah contoh bagaimana visualisasi bisa menyesatkan. Mari kita gunakan konsep yang lebih formal.
Garis AB dan CG adalah garis yang bersilangan.
Kita bisa menggunakan bidang yang memotong kedua garis dan tegak lurus terhadap keduanya.
Perhatikan bidang BCGF. Garis BG dan CF adalah diagonal.
Garis AB sejajar dengan DC.
Garis CG.
Perhatikan bidang ABGH. Ini adalah bidang miring.
Perhatikan bidang BCGF. BG dan CF adalah diagonal.
Perhatikan bidang ADGF. Diagonal AF dan DG.
Perhatikan bidang ACGE. Diagonal AG dan CE.Mari kita gunakan bidang yang tegak lurus salah satu garis, dan kita cari jarak dari garis lain ke bidang tersebut.
Garis CG tegak lurus dengan bidang ABCD.
Garis AB terletak pada bidang ABCD.
Jarak antara garis AB dan garis CG adalah jarak dari garis AB ke bidang yang melalui CG dan tegak lurus AB.
Bidang yang melalui CG dan tegak lurus AB adalah bidang BCGF.
Garis AB terletak pada bidang ABCD.
Jarak antara AB dan CG adalah jarak dari garis AB ke bidang BCGF.
Garis AB terletak di bidang ABCD.
Jarak dari garis AB ke bidang BCGF adalah jarak dari setiap titik pada AB ke bidang BCGF.
Ambil titik A. Jarak A ke bidang BCGF adalah panjang AB, karena AB $perp$ BC dan AB $perp$ BF. Namun, ini tidak benar karena bidang BCGF tidak tegak lurus terhadap AB.Kita perlu mencari bidang yang memotong kedua garis dan tegak lurus terhadap keduanya.
Bidang yang tegak lurus AB adalah bidang yang memiliki normal vektor sejajar AB.
Bidang yang tegak lurus CG adalah bidang yang memiliki normal vektor sejajar CG.
Misalkan vektor $vecAB = (a, 0, 0)$, $vecBC = (0, a, 0)$, $vecCG = (0, 0, a)$.
Kita mencari jarak antara garis yang melalui $A=(0,0,0)$ dengan arah $vecu = (1,0,0)$ dan garis yang melalui $C=(a,a,0)$ dengan arah $vecv = (0,0,1)$.
Garis 1: $P(t) = (0,0,0) + t(1,0,0) = (t, 0, 0)$. Ini adalah garis AB.
Garis 2: $Q(s) = (a,a,0) + s(0,0,1) = (a, a, s)$. Ini adalah garis CG.Jarak antara dua garis bersilangan $P(t) = P_0 + tvecu$ dan $Q(s) = Q_0 + svecv$ adalah:
$d = frac$Di sini, $P_0 = (0,0,0)$, $vecu = (1,0,0)$.
$Q_0 = (a,a,0)$, $vecv = (0,0,1)$.
$Q_0 – P_0 = (a,a,0)$.
$vecu times vecv = beginvmatrix mathbfi & mathbfj & mathbfk 1 & 0 & 0 0 & 0 & 1 endvmatrix = mathbfi(0-0) – mathbfj(1-0) + mathbfk(0-0) = (0, -1, 0)$.
$||vecu times vecv|| = sqrt0^2 + (-1)^2 + 0^2 = 1$.
$(Q_0 – P_0) cdot (vecu times vecv) = (a,a,0) cdot (0, -1, 0) = a(0) + a(-1) + 0(0) = -a$.
$d = frac1 = |a| = a$ (karena $a$ adalah panjang, maka $a > 0$).Jadi, jarak antara garis AB dan garis CG adalah $a$. Ini masuk akal, karena AB dan CG dipisahkan oleh lebar kubus.
Soal 4: Sudut Antara Dua Garis
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Tentukan besar sudut antara garis AG dan garis BH.
Pembahasan:
- Visualisasi: Gambarlah kubus ABCD.EFGH. AG adalah diagonal ruang, BH adalah diagonal ruang lainnya.
- Analisis: Kedua garis AG dan BH adalah diagonal ruang. Kita perlu mencari sudut yang dibentuk oleh kedua diagonal ruang ini.
-
Strategi: Kita bisa menggunakan vektor atau mencoba menggambar bidang yang relevan.
Perhatikan titik potong kedua diagonal ruang. Kedua diagonal ruang kubus berpotongan di titik pusat kubus. Mari kita sebut titik pusat tersebut O.
Jadi, sudut antara AG dan BH adalah sudut antara AO dan BO (atau sudut antara OG dan OH, dll.).
Perhatikan segitiga ABG. Ini adalah segitiga siku-siku di B.
AB = 6, BG = $6sqrt2$ (diagonal sisi), AG = $6sqrt3$ (diagonal ruang).
Perhatikan segitiga ABH. Ini adalah segitiga siku-siku di B.
AB = 6, BH = $6sqrt2$ (diagonal sisi), AH = $6sqrt3$ (diagonal ruang).
Perhatikan segitiga BGH. Ini adalah segitiga siku-siku di G.
BG = $6sqrt2$, GH = 6, BH = $6sqrt3$.Mari kita gunakan vektor.
Misalkan A = (0,0,0). Maka B=(6,0,0), D=(0,6,0), E=(0,0,6).
G = (6,6,6).
H = (0,6,6).
Vektor $vecAG = G – A = (6,6,6)$.
Vektor $vecBH = H – B = (0,6,6) – (6,0,0) = (-6,6,6)$.Sudut $theta$ antara dua vektor $vecu$ dan $vecv$ diberikan oleh rumus:
$cos theta = fracvecu cdot vecv$$vecAG cdot vecBH = (6,6,6) cdot (-6,6,6) = 6(-6) + 6(6) + 6(6) = -36 + 36 + 36 = 36$.
$||vecAG|| = sqrt6^2 + 6^2 + 6^2 = sqrt3 times 36 = 6sqrt3$. (Ini adalah panjang diagonal ruang).
$||vecBH|| = sqrt(-6)^2 + 6^2 + 6^2 = sqrt36 + 36 + 36 = sqrt3 times 36 = 6sqrt3$.$cos theta = frac36(6sqrt3)(6sqrt3) = frac3636 times 3 = frac13$.
Jadi, besar sudut antara garis AG dan BH adalah $arccos(frac13)$.
Ini adalah sudut yang dibentuk oleh dua diagonal ruang yang berpotongan.
Soal 5: Sudut Antara Garis dan Bidang
Diketahui balok ABCD.EFGH dengan panjang AB = 8 cm, BC = 6 cm, dan AE = 4 cm. Tentukan besar sudut antara garis AG dan bidang ABCD.
Pembahasan:
- Visualisasi: Gambarlah balok ABCD.EFGH. AG adalah diagonal ruang. Bidang ABCD adalah alas balok.
- Analisis: Sudut antara garis AG dan bidang ABCD adalah sudut antara garis AG dan proyeksinya pada bidang ABCD.
-
Strategi: Proyeksi titik G pada bidang ABCD adalah titik C. Mengapa? Karena GC tegak lurus dengan bidang ABCD. Jadi, proyeksi garis AG pada bidang ABCD adalah garis AC.
Sudut yang kita cari adalah sudut GAC.
Perhatikan segitiga GCA. Segitiga ini siku-siku di C, karena GC tegak lurus dengan bidang ABCD, sehingga GC tegak lurus dengan AC.
Kita perlu mencari panjang sisi-sisi segitiga GCA.
GC = AE = 4 cm (karena balok memiliki tinggi yang sama pada setiap rusuk tegaknya).
AC adalah diagonal alas ABCD.
Panjang AC dapat dihitung menggunakan Teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku ABC:
$AC^2 = AB^2 + BC^2$
$AC^2 = 8^2 + 6^2 = 64 + 36 = 100$
$AC = sqrt100 = 10$ cm.Sekarang, kita memiliki segitiga siku-siku GCA dengan sisi-sisi:
GC = 4 cm
AC = 10 cm
Sudut yang kita cari adalah $angle GAC$.
Dalam segitiga siku-siku GCA:
$tan(angle GAC) = fractextsisi depantextsisi samping = fracGCAC$
$tan(angle GAC) = frac410 = frac25$.Jadi, besar sudut antara garis AG dan bidang ABCD adalah $arctan(frac25)$.
Latihan Soal Tambahan untuk Mengasah Kemampuan
Berikut adalah beberapa soal latihan yang dapat Anda kerjakan untuk memperdalam pemahaman:
-
Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 10 cm.
a. Tentukan jarak titik A ke garis CH.
b. Tentukan jarak antara garis AB dan garis EH.
c. Tentukan jarak antara garis AH dan garis BG. -
Limas Segi Empat Beraturan T.PQRS memiliki alas persegi PQRS dengan panjang sisi 12 cm. Tinggi limas adalah 8 cm, dengan T di atas pusat alas.
a. Tentukan jarak titik T ke bidang PQRS.
b. Tentukan jarak titik P ke garis TR. -
Balok KLMN.OPQR memiliki panjang KL = 5 cm, LM = 4 cm, dan LO = 3 cm.
a. Tentukan jarak titik P ke bidang LMRO.
b. Tentukan jarak antara garis KL dan garis QR.
c. Tentukan besar sudut antara garis KM dan bidang KLPO. -
Diketahui tetrahedron beraturan dengan panjang rusuk $a$. Tentukan jarak antara dua rusuk yang bersilangan. (Petunjuk: tetrahedron beraturan adalah limas dengan alas segitiga sama sisi dan semua rusuknya sama panjang).
-
Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 12 cm. Tentukan besar sudut antara garis AG dan garis CE.
Penutup
Menguasai geometri dimensi 3 memang membutuhkan latihan dan ketekunan. Dengan memahami konsep-konsep dasar, menerapkan strategi penyelesaian yang tepat, dan terus berlatih soal-soal yang bervariasi, Anda pasti akan mampu menaklukkan ruang tiga dimensi ini. Jangan ragu untuk menggambar, memvisualisasikan, dan bahkan menggunakan alat bantu jika diperlukan. Setiap soal yang berhasil Anda selesaikan akan membawa Anda selangkah lebih dekat menuju pemahaman yang mendalam dan kepercayaan diri yang tinggi. Selamat berlatih dan semoga sukses!